By:Aluh silvia iswari
“Rama??”
“Eh,nilam kamu mau kemana?”
“Aku mau pulang.”
“Pulang pake apa?”
“Biasa pake angkot.”
“Aku ikut ya?”
“Bukannya kamu di jemput sama supir kamu ya?”
“Aku males pulang kerumah, boring cuma sendiri.”
“Kamu gak latihan basket?”
“Aku males, boleh ya aku ikut kamu?”
“Ya udah deh.”
***
“Assalamualaikum, ibu… nilam udah pulang.”
“Kamu udah pulang sayang.”
“Iya bu. Oh iya ini temen aku, rama buk.”
“Saya rama buk. “ Ucap rama sambil menyalami tangan ibu nilam
“Ya sudah,kamu masuk dulu ya. Sebentar ibu buatin kamu minuman
dulu kamu pasti capek. Nilam bantuin ibu ya?”
“Iya buk.” (mengangguk)
Terlihat nilam dan ibunya yang
sedang berada di dapur. Mereka saling bencengrama,
saling berbicara ,nilam di belai juga di sayang.
Tiba-tiba air mata rama membasahi
pipinya .
Ibu, bagaimaa keadaanmu ? Aku ingin
bertemu dengan mu, aku rindu bu. Mengapa ayah selalu tak memberiku kesempatan
untuk bertemu denganmu. Ya,Allah aku ingin bertemu ibu. (ucap rama membatin)
Memang selama tiga tahun rama tak
pernah lagi bertemu ibunya. Sejak kedua orang tuanya berpisah rama tinggal
bersama ayahnya yang selalu sibuk oleh pekerjaannya. Dan selalu saja rama tak
bisa bertemu ibunya. Setiap ia berusaha
untuk bertemu ibunya selalu ketahuan oleh ayanya. Kini ibu pun hilang entah kemana.
“Minumannya sudah siap.” ucap ibu nilam
Segera rama mengapus air mata yang membasahi pipinya.
“Makasi bu..”
“Iya nak, ayo diminum.”
“Iya.”
***
“Kamu kemana saja rama?”
“Aku dari rumah temen.”
“Rumah temen,rumah temen saja kamu!” (ayah rama marah)
“Yah, aku beneran. Kenapa sih ayah selalu marah setiap rama
pergi.”
“Karena ayah gak mau kamu nyari ibu mu itu lagi!”
“Kenapa sih sama ibu? Kenapa ayah selalu gak pernah kasi aku
ketemu sama ibu? Akuu kangen yah… “ ucap
rama yang menagis
“Pokoknya ayah gak mau!”
“Ayah egois ,siapa perempuan yang ada di hp ayah itu? Ayah
selalu suruh aku jaga rumah,sedangkan ayah pacaran sama perempuan yang gak
bener itu.” ucap rama kini yang mulai marah
“E……e……e…..”
“Ayah kenapa? Kaget sama aku? Ayah-ayah!!! Aku udah tau dari
dulu. Aku tau yah,ayah cerai sama ibu karena ayah selingkuh. Ibu gak salah,
ayah yang salah. Beraninya ayah fitnah
ibu, mantan istri ayah, apa ayah gak nyadar ibu sayang sama ayah. Ayah
bodoh.Mau aja sama perempuan yang gak bener kayak gitu. Aneh ya?padahal ayah
Cuma mau diporotin aja.”
Plakk..
Sebuah tamparan terdengar keras keseluruh rumah.
“Ow,ayah tampar aku. Tampar aja yah, kalau bisa aku dibunuh aja.
Ngapain hidup sama orang yang bejat kayak ayah. Aku malu…!!”
Plak…
“Tampar aja terus yah. Udah ah, aku males disini. Bikin sakit
hati !!”
Segera rama menyalakan motornya ,
memacunya dengan tujuan mencari ibunya. Dalam otaknya yang penting jauh dari
ayah.
Jam sudah menunjukan pukul 23.00.
Iya pun mencari ibunya ke komplek
indah. Baru-baru ini ia mendapat kabar bahwa ibunya mengontrak disana.
Beberapa jam kemudian ia pun
mendapat komplek yang ia cari tanpa pikir panjang ia datangi kontrakan ibunya.
“Assalamuaalaikum?” Ucap rama
“Terlihat orang-orang yang sedang membaca AL-Quraan. Ibu ana
ada?” tanya ram kepada bapak yang berada disana.
“Anda siapanya?” Tanya bapak tersebut
“Saya anaknya.”
Bapak itu pun tertunduk setelah itu menghela napasnya dan mulai
berbicara. “Ibu ana sudah meninggal, dia sudah di makamkan. Ia meninggal karena
tertabrak.”
“Apaa?ibu secepat itukah kau meninggalkanku?” Ucap rama membatin
.
Rama tak bisa
menahan harunya, terasa badannya berat dan tiba-tiba rama pun pingsan.
***
Keesokan harinya rama terbagun dan
ia langsung pergi ke pemakaman ibunya. Iya memberi ibu bunga mawar merah yang
memang ibu sukai.
“Ibu memang terlalu cepat kau meninggalkanku tapi aku ikhlas
dengan kepergianmu, aku akan selalu mendoakan mu bu. Maafkan aku yang belum
bisa bahagiakan dirimu. Terimaksih bu atas jasa mu untukku. AKU AKAN TETAP
MENYANGIMU. Karena aku tau KAU SELALU ADA DALAM HATIKU.”
Seminggu kemudian terdegar kabar
bahwa ayah rama masuk rumah sakit. Dengan segera rama pun menuju rumah sakit
siti hajar tempat ayah di rawat. Saat masuk ternyata sudah ada nilam,ibunya dan
pak tatang(supir pribadi rama dan ayahnya)
“Sudah sehari bapak belum sadar mas.” Ucap pak tatang
“Kok bisa sampai begini? “Tanya rama
“Bapak tabrakan pas mau pulang,dia sama mbk sinta itu mas. Tapi
mbk sinta udah meninggal .syukurnya bapak cuma kaki kanan sama tangan kiri yang
di amputasi .”
“Innalilahhiwainalilahhirojiun. Alhmdulilah ayah masih
terselamatkan.”
Terlihat ayah mulai membuka matannya . “Mana rama tang? “
“Ini rama pak.”
“Ayah…………?”
‘Rama……., maafkan ayah teryata selama ini benar yang kamu bilang
. Ayah minta maaf nak, ayah menyesal. “ Ucap ayah yang menagis dam memeluk rama
“Rama udah maafin ayah kok. Maafin rama juga yah, selama ini
rama Cuma susahin ayah aja.”
“Iya nak, yah maafkan.kenapa kamu tidak sama ibu?”
***
Tiga hari kemudian rama dan ayah
mengunjungi makan ibu. Dan kini ayah dan rama pun kembali hidup rukun.
“Mas rama ya?” Ucap pak ali seorang yang pernah memberinya tahu
kalau ibu meninggal.
“Iya,ada apa ya pak?”
“Ini ada surat dari ibu ana,kemarin saya lupa menyampaikannya.”
“Ow,terima kasih pak.”
Bagaimana kedaanmu sekarang.
Ibu selalu menyertaimu dalam setiap sujud ibu.
Bagaimana juga dengan kekasih ibu,
ayahmu tercinta.
Sungguh ibu tak bisa punggkiri, ibu
merasa sepi tanpa serang imam.
Tanpa seorang anak yang selalu mencium
tangan ibu
Ibu berharap kalian
rukun dan tetap menyangi.
Maafkan ibu yang belum
menjadi ibu yang sempurna untukmu.
Maafkan ibu yang belum
menjadi isrti yang solehah untuk ayahmu.
Anakku kau adalah matahari dalam
kehidupan ibu.
Kau adalah pelita bila ibu kelelahan
Kau adalah segalanya untuk ibu.
Mendapatkan anak yang
soleh sepertimu adalah nikmat dan
anugrah untuk ibu.
Jaga terus ayahmu.
Dan sampaikan salam
cinta ibu kepadanya.
Wasalam.
-The end-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar